Remaja Masjid Al-Muarrafah

Remaja Masjid Al-Muarrafah Kp. Pos Nirwana Estate Rt 03/10 Pakansari Cibinong

Thumbnail Recent Post

Gambar Foto Masjid jami Al Muarrafah

Masjid Jami Al Muarrafah Kp.Pos Cikaret Nirwana Estate Rt.03 RW.10 Pakansari Cibinong Bogor 16915 pengurus DKM Ketua HIA Kafludin Sekretaris Masrih. S.Si , Nasiruddin. AMd Bendahara H. Machmud

Gambar Foto Masjid jami Al Muarrafah

Foto masjid jami Al Muarrafah tampak dari depan yang sampai saat ini masih membutuhkan bantuan dana untuk renovasi masjid terutama untuk pagar depan masjid. untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi 021.8750170 (H.Machmud) atau 0817.901.9102 (Masrih. S.Si) atau 0816.135.4762 (Nasiruddin, AMd)

Gambar Foto Masjid jami Al Muarrafah

Investasikan harta anda untuk tujuan akhirat kelak. Salurkan bantuan anda ke Masjid Jami Al Muarrafah melalui Bank Syariah Mandiri cabang cibinong No. Rekening 043 003 405 3 a/n Nasiruddin dan Masrih qq Masjid Jami Al Muarrafah

Gambar Foto Masjid jami Al Muarrafah

Foto masjid jami Al Muarrafah tampak dari dalam pengimbaran Imam, sampai saat ini Masjid Al Muarrafah masih membutuhkan bantuan dana untuk renovasi masjid terutama untuk pagar depan masjid. untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi 021.8750170 (H.Machmud) atau 0817.901.9102 (Masrih. S.Si) atau 0816.135.4762 (Nasiruddin, AMd)

Gambar Foto Masjid jami Al Muarrafah

Investasikan harta anda untuk tujuan akhirat kelak. Salurkan bantuan anda ke Masjid Jami Al Muarrafah melalui Bank Syariah Mandiri cabang cibinong No. Rekening 043 003 405 3 a/n Nasiruddin dan Masrih qq Masjid Jami Al Muarrafah



 
(Arrahmah.com) – Qais bin Abbad menceritakan, “Saat itu saya sedang duduk-duduk di masjid nabawi bersama orang-orang. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang memasuki masjid, wajahnya menunjukkan tanda-tanda kekhusyu’an. Laki-laki itu melakukan shalat dua raka’at dengan ringkas, tidak terlalu panjang. Melihat orang yang shalat itu, orang-orang berkata: “Orang ini adalah seorang penghuni surga.”

Ketika laki-laki itu telah menyelesaikan shalat dan keluar dari masjid, saya segera mengikutinya sampai ia masuk ke dalam rumahnya. Saya pun ikut masuk ke dalam rumah bersamanya. Saya mengobrol dengannya beberapa saat lamanya. Saat ia sudah mulai akrab denganku, saya pun bercerita apa adanya kepadanya: “Saat Anda tadi masuk ke masjid, orang-orang bercerita begini dan begitu tentang diri anda.”


Laki-laki itu menjawab, “Subhanallah, tidak selayaknya orang berbicara tentang hal yang ia tidak memiliki ilmu tentangnya. Aku akan menceritakan kepadamu kenapa sampai seperti itu.”

Laki-laki itu memulai ceritanya. Katanya, “Suatu hari aku bermimpi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam, maka aku pun menceritakan mimpiku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam. Dalam mimpiku, aku melihat diriku berada di sebuah taman yang sangat hijau dan luas. Di tengah-tengah taman itu ada sebuah tiang dari besi, bagian bawahnya menancap di bumi namun bagian atasnya berada di langit, dan pada bagian atas tiang itu ada seutas tali yang besar.”
Tiba-tiba ada sebuah suara yang mengatakan kepadaku, “Panjatlah tiang ini!”
“Aku tidak bisa,” jawabku.
TIba-tiba ada seseorang yang membantuku. Dia mengangkat kainku dari belakang punggungku dan mengatakan kepadaku, “Panjatlah tiang ini!”
Akhirnya aku bisa memanjat tiang itu sampai ke puncaknya. Aku pun meraih seutas tali yang besar di puncak tiang itu.
Laki-laki yang membantuku itu berkata, “Pegang erat-erat tali itu!”
Mendadak aku terbangun dari tidurku. Anehnya, seutas tali itu masih berada di tanganku. Aku segera menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam dan menceritakan mimpi anehku kepada beliau. Beliau menjelaskan makna mimpiku dengan bersabda,

أَمَّا الرَّوْضَةُ فَرَوْضَةُ الْإِسْلَامِ، وَأَمَّا الْعَمُودُ فَعَمُودُ الْإِسْلَامِ، وَأَمَّا الْعُرْوَةُ فَهِيَ الْعُرْوَةُ الْوُثْقَى أَنْتَ عَلَى الْإِسْلَامِ حَتَّى تَمُوتَ

“Kebun hijau itu adalah kebun Islam. Tiang kebun itu adalah tiang Islam. Seutas tali itu adalah seutas tali yang kokoh (dua kalimat syahadat). Engkau akan senantiasa memegang erat Islam sampai engkau meninggal.”
Qais bin Abbad mengakhiri ceritanya dengan mengatakan, “Laki-laki itu adalah Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu.” (HR. Bukhari no. 7010, Muslim no. 2482, Ahmad no. 23787 dan Al-Hakim no. 8190, dengan lafal Ahmad dan Al-Hakim)


Abdullah bin Salam adalah seorang pendeta dan ulama Yahudi di Madinah. Ia sangat menguasai kitab Taurat. Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam tiba di Madinah, ia bersama penduduk Madinah menyambut kedatangan beliau.

Ia melihat tanda-tanda fisik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam sama persis dengan tanda-tanda nabi akhir zaman yang diwahyukan dalam Taurat. Maka ia mengajukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam tiga pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh seorang nabi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam mampu menjawab semua pertanyaan itu, maka ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk Islam.


Kaum Yahudi marah besar dengan keislamannya. Mereka mencaci maki dirinya, bahkan berusaha untuk membunuhnya. Semua gangguan itu tidak melemehakan keislaman Abdullah bin Salam. Ia tetap setia mendampingi perjuangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam dalam semua peperangan beliau sampai beliau wafat. Ia setia berjihad dengan pasukan Islam pada masa pemerintahan khulafa’ rasyidun. Bahkan di masa khalifah Umar bin Khathab, ia ikut dalam penaklukan Baitul Maqdis dan Nahawand.
Perbincangan orang-orang di masjid nabawi bahwa Abdullah bin Salam adalah calon penghuni surge bukanlah sebuah obrolan yang tanpa landasan ilmu. Abdullah bin Salam memang seorang yang rendah hati, tidak sombong dan tidak ingin membanggakan dirinya. Para sahabat senior telah mendengar langsung sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bahwa Abdullah bin Salam adalah seorang penghuni surga.
عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ: مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لِحَيٍّ مِنَ النَّاسِ يَمْشِي: ” إِنَّهُ فِي الْجَنَّةِ ” إِلا لِعَبْدِ اللهِ بْنِ سَلامٍ
Dari Sa’ad bin Abi Waqash radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda tentang seseorang yang masih hidup dan berjalan (di muka bumi): “orang itu berada di surga”, kecuali tentang Abdullah bin Salam.” (HR. Bukhari no. 3812, Muslim no. 2483 dan Ahmad no. 1453)
Dari Sa’ad bin Abi Waqash radhiyallahu ‘anhu bahwasanya sebuah nampan bubur halus dibawakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam. Beliau memakan bubur itu dan menyisakan sebagiannya. Beliau lalu bersabda,
يَدْخُلُ مِنْ هَذَا الْفَجِّ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ يَأْكُلُ هَذِهِ الْفَضْلَةَ
Dari arah ini akan masuk ke dalam seorang penghuni surga yang akan memakan sisa bubur ini.”
Sa’ad berkata: “Saat itu aku meninggalkan adikku, Umair bin Abi Waqash sedang berwudhu dan hendak menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam. Aku berharap dialah yang muncul dari arah itu, namun ternyata laki-laki yang datang dan memakan sisa bubur itu adalah Abdullah bin Salam.” (HR. Ahmad no. 1458, 1591, Abu Ya’la no. 754, Al-Bazzar no. 1156, Ibnu Hibban no. 7164 dan Al-Hakim no. 5759, dishahihkan oleh Al-Hakim dan Adz-Dzahabi)
Dalam wasiat di akhir kehidupannya, sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata:
وَالْتَمِسُوا الْعِلْمَ عِنْدَ أَرْبَعَةِ رَهْطٍ: عُوَيْمِرٍ أَبِي الدَّرْدَاءِ، وَعِنْدَ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ، وَعِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، وَعِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَّامٍ الَّذِي كَانَ يَهُودِيًّا، ثُمَّ أَسْلَمَ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «إِنَّهُ عَاشِرُ عَشْرَةٍ فِي الْجَنَّةِ»
“Carilah ilmu pada empat orang: Uwaimir Abu Darda’, Salman Al-Farisi, Abdullah bin Mas’ud dan Abdullah bin Salam yang dahulunya Yahudi kemudian masuk Islam, karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda tentang Abdullah bin Salam: “Ia adalah orang kesepuluh dari sepuluh orang penghuni surga.” (HR. Tirmidzi no. 3804, An-Nasai dalam as-sunan al-kubra no. 8253, Ahmad no. 22104, Al-Hakim no. 334, dan Ibnu Hibban no. 7165, hadits shahih)



Saudaraku seislam dan seiman…
Demi mempertahankan keislamannya, Abdullah bin Salam berani menanggung segala resiko. Abdullah bin Salam sangat terkesan dengan pesan-pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam. Pesan-pesan itu dijaganya sampai ia meninggal.
Abdullah bin Salam menceritakan salah satu pesan yang sangat dipegang teguh olehnya. Katanya, “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam tiba di Madinah, penduduk berbondong-bondong datang untuk menyambutnya. Ada orang yang meneriakkan: “Nabi telah datang. Nabi telah datang. Nabi telah datang.” Waktu itu aku bergabung dengan orang-orang yang hendak menyambut kedatangannya.
Aku datang melihat beliau. Setelah aku telah memperhatikan dirinya, tahulah aku bahwa wajah beliau bukanlah wajah seorang pendusta. Hal pertama yang aku dengar beliau sabdakan pada saat itu adalah,


«يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ، وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ»


Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan kepada orang yang kelaparan, sambunglah tali kekerabatan dan laksanakanlah shalat malam saat orang-orang tengah tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”  (HR. Tirmidzi no. 2485, Ibnu Majah no. 1334, Ahmad no. 23784, Ad-Darimi no. 1501 dan Al-Hakim no. 4283, hadits shahih)

Semoga pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam yang diriwayatkan oleh salah seorang sahabat yang dijamin masuk surga ini bisa kita selalu laksanakan, baik di akhir bulan Ramadhan ini maupun pasca Ramadhan kelak. Wallahu a’lam bish-shawab.
(muhib almajdi/arrahmah.com)
 
 

Salam @Yusuf_Mansur...(www.yusufmansur.com) 24 Juni 2014

Setelah shalat dhuha, biasakan membaca zikir رب اغفرلنا وتب علينا انك انت التواب الغفور (robbighfirlanaa watub ‘alainaa innaka Antattawwaabul ghofuur) sebanyak 100 kali.
Zikir tersebut luas sekali maknanya. Kurang lebih seperti ini:
Wahai Tuhan kami, Penjaga kami, Pemenuh segala kebutuhan dan hajat kami… Pemelihara kami, Pelindung kami, Pengajar kami, dengan segala cara-cara-Mu, Penjaga kami, Penolong kami… Mohon Engkau berikan pertaubatan buat kami, mohon Engkau berikan kekuatan buat kami, untuk berhenti dari segala dosa dan maksiat. Mohon Engkau bimbing kami dan ajarkan kami untuk bertaubat… Mohon Engkau mudahkan kami untuk memperbaiki diri kami… Mohon Engkau tutup segala kesalahan kami, dan dosa-dosa kami, yang membuat kami jauh dari-Mu…

Mohon Engkau bersihkan juga kami dari segala keburukan dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan agar kami dapat melakukan kebaikan. Ganti segala keadaan kami juga dengan segala keadaan yang membuat kami dekat dengan-Mu, cinta dengan-Mu, takut dengan-Mu, sayang dengan-Mu, perhatian dengan-Mu…

Bila kami jadi susah dunia akhirat kami sebab segala kesusahan yang kami buat sendiri, buat kami sanggup menghentikan, mengubah, dan memprbaikinya, Ya Rabb… Sesungguhnya Engkau At-Tawwaab, Tuhan Yang Maha Menghentikan segala perbuatan buruk kami, segala dosa kami, segala kejahatan dan kelalaian kami… Engkau At-Tawwaab, Yang Maha Menerima taubat kami, dan Yang Bisa Menyebabkan kami bisa, mampu, dan berkehendak untuk bertaubat, juga memudahkan jalannya.

Engkau At Tawwaab, Tuhan Yang Maha Menerima kami dengan segala dosa dan kekurangan kami, lalu mengampuni dan membersihkan kami dengan segala pengertian doa ini, yang segala rahasia doa hanya Engkau Yang Tahu, juga segala rahasia nama At-Tawwaab-Mu…

Engkau juga Al-Ghofuur, Yang Maha Mengampuni seluas-luasnya, sebanyak-banyaknya, dosa keburukan dan maksiat hamba-hamba-Mu. Engkau Al-Ghofuur, yang bila sebagian dosa keburukan dan maksiat hamba-hamba-Mu sudah berwujud keburukan, kesulitan, kesusahan, bagi hamba-hambaMu, maka Engkau jua yang bisa mengubahnya, menggantinya, kepada keadaan baik menurut-Mu, dengan cara-caraMu, karena Engkau Al-Ghofuur. Begitu luas ampunan-Mu, gak ada batesannya, gak ada tepiannya, yang dengan indah Engkau sandingkan dengan At-Tawwaab..

Di doa sehabis dhuha ini, seakan Engkau tahu, dan pastinya Engkau tahu bahwa karena ampunan-Mu luas seluas-luasnya, besar sebesar-besarnya, banyak sebanyak-banyaknya, maka bisa jadi hamba-hambaMu ada yang terus menerus melakukan dosa-dosa, keburukan-keburukan, kesalahan-kesalahan, maksiat-maksiat yang baru… Padahal Engkau sudah mengampuni, padahal Engkau sudah menutupi, padahal Engkau sudah memaafkan sebab Engkau Al-Ghofuur
Karena itu Engkau lengkapi doa ini, lewat Rasul-Mu, bukan hanya Al-Ghofuur… Tetapi juga At-Tawwaab. Engkau sanggup suatu saat membuat orang bisa berhenti: selamanya gak mengulangi lagi. Engkau juga bukan hanya At-Tawwab, Tapi juga Al Ghofuur. Serasi, pas, dengan segala makna yang hanya Engkau Yang Mengetahuinya…

Kawan-kawan, inilah sebagian dari pengertian, makna, filosofi, hikmah, dari doa setelah shalat dhuha. Sesungguhnya makna, arti, dan pengertian lainnya, dari setiap potongannya lebih dari itu. Asli. Lebih dari itu. Doa setelah shalat dhuha ini selain berbahasa Arab, bahasa teragung, ia juga doa langsung dari Rasul. Dhamir dalam doa tersebut saya ganti menjadi nahnu, menjadi “kami” dengan maksud agar saat kita semua berdoa dengan doa ini seratus kali, tercakup juga doa untuk sekeliling kita: Indonesia, dunia, semesta, dengan segala isinya dari yang paling dulu, hingga yang paling akhir.
Sungguh lebih indah, lebih luas, lebih dalam lagi maknanya. Semoga istiqamah menjalankan doa ini, setelah tau sedikiiiittt maknanya. Selamat menjalankan ya.
Salam @Yusuf_Mansur.


  
























Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. InsyaAllah kita akan mulai berpuasa setelah pengumuman hasil istbat Pemerintah kita. Sahabatku inilah diantara KEISTIMEWAAN PUASA :
 1. Syurga, “Pintu Rayyan hanya diperuntukkan bagi org2 berpuasa, bukan untuk lainnya. Bila pintu tersebut  sudah dimasuki oleh seluruh rombongan ahli puasa Ramadhan, maka tak ada lagi yg boleh masuk ke dlmnya” (HR. Ahmad & Bukhari-Muslim). 
2. Benteng neraka, “Puasa merupakan perisai & benteng yg kokoh dari siksa api neraka.”(HR. Ahmad & Al Baihaqi). “Barangsiapa berpuasa satu hari demi di jalan ALLAH, dijauhkan wajahnya dari api neraka sebanyak (jarak) 70 musim” (HR. Ahmad, Bukhari-Muslim, & Nasa`i). Rasul menambahkan pula bahwa puasa yg berfungsi sbg perisai itu layaknya perisai dlm kancah peperangan selama tdk dinodai oleh kedustaan & pergunjingan (HR. Ahmad, An Nasa`i). 
3. Wangi, “Sungguh bau mulut org yg berpuasa lebih semerbak di sisi ALLAH dari bau minyak misk.”(QS Abu Daud) 
4. Bahagia, “Org yg berpuasa mempunyai dua kebahagiaan. Yaitu berbahagia kala berbuka & kala bertemu ALLAH,”(HRMuslim). 
5. tumbuh sifat taqwa ( QS 2 : 183). 
6. Sehat, “Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat” (HR. Ibnu Sunni & Abu Nu`aim). 
7. Ganjarannya tdk terhingga krn sabar (QS 39::10). 
8. Dosa dosa diampuni, "Barang siapa puasa krn iman dan benar benar mengharapkan ridho Allah maka Allah ampuni seluruh dosa dosanya yg lalu", 
9. Doa mustajab, ” Doa hamba berpuasa mustajab” ( HR Muslim). "Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa dosa kami, berkahi aktivitas Ramadhon kami, sehat afiatkan dalam melaksanakan amal ibadah selama Ramadhon, terimalah amal ibadah kami...aamiin".